Belajar Efektif dengan Studi Kasus

JAKARTA – Salah satu cara efektif dalam mempelajari sesuatu adalah melalui studi kasus.

“Deskripsi kasus aktual yang dihadapi seorang tokoh akan meningkatkan pemahaman mahasiswa,” jelas pengajar pada Bina Nusantara Business School (BBS) Hadi Satyagraha di BBS, Jakarta, Rabu (27/10/2010).

Studi kasus pertama kali diperkenalkan oleh Harvard Business School. Pada 1920-an, Harvard pun menahbiskan studi kasus sebagai metode pembelajaran di sekolah bergengsi tersebut.

Metode ini mengajarkan mahasiswa berpikir induktif dengan meneliti kasus per kasus, untuk kemudian menarik kesimpulan dan membuat teori atas kasus-kasus tersebut.

“Studi kasus menjadi solusi atas kelemahan metode kuliah klasikal yang umumnya deduktif dan hanya mengajarkan teori secara abstrak. Akibatnya, ketika di dunia nyata, mahasiswa kesulitan menerapkan teori yang paling tepat untuk menyelesaikan masalahnya,” papar Hadi.

Fakta-fakta empirik dalam studi kasus akan menciptakan kerangka berpikir mahasiswa dan meningkatkan daya pikir kritisnya. Hal ini diperkuat dengan berbagai diskusi yang dilakukan di kelas membahas kasus tertentu.
“Studi kasus mendorong keaktifan mahasiswa dalam proses belajar. Diskusi juga akan menyumbang lebih banyak ilmu ketimbang ketika mahasiswa belajar sendiri,” tutur Hadi.

BBS menyadari pentingnya studi kasus dalam proses pembelajaran bisnis. Mereka pun menulis buku berisi berbagai kasus bisnis di Indonesia sebagai bahan pembelajaran para mahasiswanya.

Buku bertajuk Indonesian Business Cases: From Innovation to Final Excellence ini di antaranya berisi kasus yang dihadapi PT Martina Berto dan PT Yamaha Motor Kencana.

Dean of Program BBS Minaldi Loeis menjelaskan, kasus-kasus dalam buku tersebut sudah dikaji. “Tahun depan kami menargetkan ada pembahasan seratus kasus lagi,” imbuh Minaldi saat peluncuran buku Indonesian Business Cases: From Innovation to Final Excellence, di kampus BBS Jakarta, Rabu (27/10/2010).
Rifa Nadia Nurfuadah – Okezone
Rabu, 27 Oktober 2010 – 17:28 wib

Dia menambahkan, buku tersebut juga menjadi penanda hubungan baik antara BBS dengan para mitra kerjanya.(rhs)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: